” Apa yang terjadi , akupun tak tau”.
Ada seorang teman yang bilang kalau saya selalu terlihat sedih dan murung hanya karena setiap status saya selalu menggambarkan kesedihan. Padahal tidak selalu tidak bahagia. Ada masa saya bahagia, namun tak tampak saja. Memang salah kebahagiaan sendiri tidak berbagi pada orang lain, dan memang egois karena yang tampak hanya ketidak bahagiaan.
Dan kali ini saya mungkin terlihat tidak bahagia kesekian kalinya. Ya memang seperti itu adanya.
Ketidak bahagiaan saya hari ini mungkin berawal dari ketidaknyamanan saya terhadap teman. Yah, teman adalah teman, dimana semua tempat berbagi itu ada pada beberapa teman.
sungguh saya beruntung mendapat banyak teman yang mendukung dan memperhatikan langkah saya.Tentang hidup, cinta ataupun kesuksesan yang tertunda saya.
Namun terkadang teman bisa juga menjadi senjata tajam yang menghujam dari belakang karena keterbukaan saya sendiri. “Menjadi orang yang terbuka dan jujur seperti saya g ada untungnya”.
Malah yang lebih parah ada teman-teman yang sok menjadi pahlawan kesiangan di depan kita, tapi ternyata di depan pihak lain, mereka menjatuhkan kita dengan cara yang menurut mereka tidak menjatuhkan kita (ngerti g?)
Kadang hanya dimanfaatkan , kadang pula hanya tempat sampah.
Memang saya salah dalam beberapa sebab.
Misalkan saja saya bercerita tentang masalah hati saya pada satu teman dekat yang saya percaya bisa menyimpan hal itu hanya dalam hati dan tidak ada yang tau. Ternyata cerita saya tadi tidak stop di satu teman, tapi estafet kebeberapa pihak dan berkembang menjadi hal yang mengerikan dan merusak saya. Maaf bila ada teman yang merasa, tapi ini harus dihentikan teman!!
Mulai dari mulut saya sendiri, saya akan berusaha menutup rapat masalah saya pada teman-teman.
Hemm… saya tidak tau harus berbuat apa karena mereka teman saya. Yang saya lakukan adalah DIAM!!!


aku harus bilang apa ? 
27 mei 2009.



